Mengenal Submission Grappling

Apa itu Submission Grappling?
Submission Grappling adalah sejenis olah raga gulat yang mempertandingkan kemampuan untuk mengalahkan lawan dengan cara pelumpuhan (submission). Tujuan utama grappling adalah untuk melumpuhkan lawan tanpa memukul, menyikut, & menendang. Jadi dalam pertarungan grappling diperbolehkan: clinching (pengkontrolan jarak dekat saat berdiri), takedown & throws (bantingan), pinning (penahanan), reversal (pembalikan) & submission (pelumpuhan sendi maupun pencekikan).

Bisa juga dibilang bahwa Submission Grappling adalah: Mixed Martial Arts minus Striking (pukulan & tendangan). Dalam pertarungan bebas (mixed martial arts), sebagian besar kemampuan yang diperlukan untuk bisa sukses adalah kemampuan grappling. Maka dari itu normal sekali bila kita melihat profil2 para juara mixed martial arts pasti sudah pernah cukup lama menggeluti submission grappling.

Dari sudut pandang bela diri, submission grappling adalah merupakan cara membela diri yang lebih manusiawi. Mengapa demikian? Karena kita dilatih untuk tidak perlu membuat lawan kita memar (karena pukulan) bila kita harus mengalahkan lawan.

Submission Grappling sendiri dimulai ketika seorang pangeran Uni Emirat Arab, Shiek Tanoon, menggalang para grapplers2 dari seluruh penjuru dunia untuk mengadu ilmu mencari submission grapplers yang terbaik. Shiek Tanoon sendiri juga adalah seorang grappler yang handal (beliau) adalah pemegang sabuk hitam Brazilian Jiujitsu. Setelah pertandingan di Abu Dhabi, pertandingan2 sejenis mulai menjamur di negara2 seperti Amerika Serikat, Jepang, Australia, & Brazil.

Peraturan Pertandingan:
1. Dibawah 6 menit tidak ada pemberian angka. Pemenang adalah pihak yang berhasil membuat lawan menyerah dengan submission.
2. Setelah 6 menit, akan diberlakukan sistem 'Sudden Death'. Jadi pihak yang mendapatkan angka pertama yang ditentukan sebagai pemenang. Angka diberikan ke pihak yang melakukan: takedown, reversal, passing the guard, mount, & back mount.
3. Tidak ada toleransi untuk pembantingan yang sengaja maupun tidak sengaja membenturkan kepala lawan ke tanah - dikenal juga dengan istilah ‘Slamming’ (langsung diskualifikasi).
4. Bagi pihak yang melakukan 'stalling' (pembuangan waktu) akan diberi kartu kuning maksimal 3 kali. Setelah kartu kuning ke 3 akan otomatis dikenakan sangsi diskualifikasi.